Kamis, 23 Februari 2012

contoh karya ilmia remaja "kenakalan remaja"


    BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Terjadinya kenakalan remaja sering kita jumpai, berbagai  macam penyebab baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi terjadinya kenakalan remaja.
Tidak di pungkiri bahwa setiap remaja memiliki jiwa ingin tahu, jadi yang terbaik,dan keinginan untuk membanggakan diri. Oleh sebab itu pada masa transisi adalah titik awal terbentuknya psikis seorang remaja yang bias dikatakan “bebas”
Hal hal seperti pembelajaran  membosankan  serta masalah dirumah (broken home) adalah satu dari sekian banyak penyebab kenakalan remaja yang umumnya dialami oleh seorang pelajar yang mempunyai sifat mudah terpengaruh yang sangat tinggi.
Dengan motivasi dari lingkungan sekolah (teman), kasih saying, kepedulian,dan pendalaman imu agama  dari keluarga kenakalan remaja akan bias dihindari. Dalam penyusunan makalah ini saya akan membahas penyebab,dampak,dan cara mengatasi/menghindari terjadinya kenakalan remaja.









B. RUMUSAN MASALAH
-               Pengertian kenakalan remaja
-               Penyebab kenakalan remaja
-               Defenisi perkembangan
-               Contoh kenakalan remaja
-               Menghindari dan mengatasi kenakalan remaja
-               Motivator










C. MANFAAT DAN TUJUAN

Seperti kita ketahui kenakalan remaja sangat banyak membawa pengaruh terhadap prestasi siswa di sekolah. Kenakalan remaja juga sangat berbahaya bagi kepribadian siswa dan banyak lagi sisi negatiflainnya
Saya sebagai seorang siswa membuat makalah ini dengan tujuan
Agar teman teman khususnya saya bisa
- lebih mengerti arti sesungguhnya kenakalan remaja
- mengetahui penyebab terjadinya kenakalan remaja dan usaha usaha mengatasinya
- bisa mengetahui dampak buruk enakalan remaja pda diri sendiri dan prestasi di sekolah
- bisa menjadi motivator yang baik dalam upaya mengatasi kenakalan remaja











BAB II
PEMBAHASAN

PENGERTIAN KENAKALAN REMAJA

Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak dan dewasa, ini juga merupakan masalah yang klasik. Namun banyak sekali masalah yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja ini. sebagai contoh kecil adalah putus sekolah atau bolos sekolah, merupakan efek dari kenakalan remaja, padahal sekolah adalah kewajiban setiap warga negara karena masa depan bangsa indonesia ada di pundak para remaja saat ini, dan itu juga demi kebaikan bersama.

banyak sekali remaja-remaja atau teman-teman kita yang putus sekolah padahal dia mampu secara fisik dan mental untuk belajar dan mereka mampu untuk berkarya. Belum tentu teman-teman kita yang putus sekolah diluar sana adalah anak yang bodoh, bisa saja salah satu diantara teman-teman kita ini adalah anak yang sangat berpotensi untuk berkarya, berinovasi dan berprestasi. Hanya karena mereka salah memilih pergaulan , para remaja melewatkan kesempatan untuk belajar , dan hari – hari mereka hanya dipakai untuk hal yang bisa dikatakan negatif dan tak bermanfaat

Sedangkan Pengertian kenakalan remaja Menurut Paul Moedikdo,SH adalah :
1.Semua perbuatan yang dari orang dewasa merupakan suatu kejahatan bagi anak-anak merupakan kenakalan jadi semua yang dilarang oleh hukum pidana, seperti mencuri, menganiaya dan sebagainya.
2. Semua perbuatan penyelewengan dari norma kelompok tertentu untuk menimbulkan keonaran dalam masyarakat.
3. Semua perbuatan yang menunjukkan kebutuhan perlindungan bagi sosial.

Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungan, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri, dan sebagainya.







PENYEBAB KENAKALAN REMAJA


            Penyebab kenakalan remaja , menurut sosiolog Kartono, antara lain adalah gagalnya remaja melewati masa transisinya, dari anak kecil menjadi dewasa, dan juga karena lemahnya pertahanan diri terhadap pengaruh dunia luar yang kurang baik,Jika kita lihat faktor-faktor yang menyebabkan masalah ini, akarnya adalah kurangnya pengawasan orang tua terhadap anaknya  , karena orang tua tidak mau tahu dengan apa yang di lakukan anaknya dalam bergaul,Faktor lingkungan atau teman sebaya yang kurang baik juga ikut memicu timbulnya perilaku yang tidak baik pada diri remaja. Sekolah yang kurang menerapkan aturan yang ketat juga membuat remaja menjadi semakin rentan terkena efek pergaulan yang tidak baik.
maka dari itu, beberapa penyebab terjadinya kenakalan remaja yakni :
Kegagalan dalam masa transisi

Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial.
Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial.
-       Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di    sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya).
-       Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.
-       Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.
-       Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga.
-       Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
-       Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain.
-       Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru.
-       Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja
-       berpikir dan intelegensia pada diri remaja,
-       reaksi frustasi diri dan tidak adanya media penyalur bakat/hobi,
-       gangguan dampak negatif dari perkembangan teknologi modern
-       dasar-dasar agama yang kurang.

Namun penyebab kenakalan remaja yg paling menonjol yakni karena kegagalan dalam berkembang (perkembangan psikis )

DEFENISI PERKEMBANGAN
Perkembangan merupakan suatu proses belajar sosial yang berkesinambungan.
Beberapa tugas perkembangan bagi remaja
Menerima keadaan fisiknya
Memperoleh kebebasan emosional
Mampu bergaul
Menemukan model untuk identifikasi
Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri
Memperkuat penguasaan dari atas dasar skala nilai dan norma


Dimensi Biologis
Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra, secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. Pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan, dari hormon-hormon tersebut  merubah sistem biologis seorang anak.
Dimensi Psikologis
Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. Hasil penelitian di Chicago oleh Mihalyi Csikszentmihalyi dan Reed Larson (1984) menemukan bahwa remaja rata-rata memerlukan hanya 45 menit untuk berubah dari mood “senang luar biasa” ke “sedih luar biasa”, sementara orang dewasa memerlukan beberapa jam
untuk hal yang sama. Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah. Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis. Dalam hal kesadaran diri, pada masa remaja para remaja mengalami perubahan yang dramatis dalam kesadaran diri mereka (self-awareness). Mereka sangat rentan terhadap pendapat orang lain karena mereka menganggap bahwa orang lain sangat mengagumi atau selalu mengkritik mereka seperti mereka mengagumi atau mengkritik diri mereka sendiri. Anggapan itu membuat remaja sangat memperhatikan diri mereka dan citra yang direfleksikan (self-image). Remaja cenderung untuk menganggap diri mereka sangat unik dan bahkan percaya keunikan mereka akan berakhir dengan kesuksesan dan ketenaran. Remaja putri akan bersolek berjam-jam di hadapan cermin karena ia percaya orang akan melirik dan tertarik pada kecantikannya, sedang remaja putra akan membayangkan dirinya dikagumi lawan jenisnya jika ia terlihat unik dan “hebat”. Pada usia 16 tahun ke atas, keeksentrikan remaja akan berkurang dengan sendirinya jika ia sering dihadapkan dengan dunia nyata. Pada saat itu, Remaja akan mulai sadar bahwa orang lain tenyata memiliki dunia tersendiri dan tidak selalu sama dengan yang dihadapi atau pun dipikirkannya. Anggapan remaja bahwa mereka selalu diperhatikan oleh orang lain kemudian menjadi tidak berdasar. Pada saat inilah, remaja mulai dihadapkan dengan realita dan tantangan untuk menyesuaikan impian dan angan-angan mereka dengan kenyataan. Para remaja juga sering menganggap diri mereka serba mampu, sehingga
seringkali mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka. Tindakan impulsif sering dilakukan; sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang. Remaja yang diberi kesempatan untuk mempertangung-jawabkan perbuatan mereka, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati, lebih percaya-diri, dan mampu bertanggung-jawab. Rasa percaya diri dan rasa tanggung-jawab inilah yang sangat dibutuhkan sebagai dasar pembentukan jatidiri positif pada remaja. Kelak, ia akan tumbuh dengan penilaian positif pada diri sendiri dan rasa hormat pada orang lain dan lingkungan. Bimbingan orang yang lebih tua sangat dibutuhkan oleh remaja sebagai acuan bagaimana menghadapi masalah itu sebagai “seseorang yang baru”; berbagai nasihat dan berbagai cara akan dicari untuk dicobanya. Remaja akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh para “idola”nya untuk menyelesaikan masalah seperti itu. Pemilihan idola ini juga akan menjadi sangat penting bagi remaja
Dimensi Moral
Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa
para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalahmasalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka, misalnya: politik, kemanusiaan, perang, keadaan sosial, dsb. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku, sederhana, dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. Secara kritis, remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam
melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan, terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi pola pikir dengan “kenyataan” yang baru. Perubahan inilah yang seringkali mendasari sikap “pemberontakan” remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat. Misalnya, jika sejak kecil pada seorang anak diterapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik. Pada masa remaja ia akan mempertanyakan mengapa dunia sekelilingnya membiarkan korupsi itu tumbuh subur bahkan sangat mungkin korupsi itu dinilai baik dalam suatu kondisi tertentu. Hal ini tentu saja akan menimbulkan konflik nilai bagi sang remaja. Konflik nilai dalam diri remaja ini lambat laun akan menjadi sebuah masalah besar, jika remaja tidak menemukan jalan keluarnya. Kemungkinan remaja untuk tidak lagi mempercayai nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua atau pendidik sejak masa kanak-kanak akan sangat besar jika orangtua atau pendidik tidak mampu memberikan penjelasan yang logis, apalagi jika lingkungan sekitarnya tidak mendukung penerapan nilai-nilai tersebut. Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaran orangtua dan nilai yang dianutnya. Ini bisa menjadi berbahaya jika “lingkungan baru” memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan
dengan yang diberikan oleh orangtua. Konflik dengan orangtua mungkin akan mulai menajam.

Dimensi Kognitif
Perkembangan kognitif remaja, dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Pada periode ini, idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya.
Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan rencana untuk masa depan. Pada kenyataan, di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif operasional formal ini. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya, Semestinya, seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah, sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik.

Stanley Hall adalah ahli pertama yang memandang perlu masa remaja diselidiki secara khusus, dan mengumpulkan bahan empiris.
Stanley Hall antara lain mengemukakan bahwa perkembangan psikis banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor fisiologi. Faktor-faktor fisiologi ditentukan oleh genetika disamping proses pematangan yang mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan. Sehingga dapat disimpulkan kurang berperannya lingkungan sosial budaya. Sebaliknya, ia juga mengemukakan bawha masa remaja merupakan masa penuh gejolak emosi dan ketidakseimbangan, yang tercakup dalam storm and stress. Dengan demikian remaja mudah terkena pengaruh oleh lingkungan. Remaja diombang ambingkan oleh munculnya:
Kekecewaan dan penderitaan
Meningkatnya konflik, pertentangan-pertentangan dan krisis penyesuaian
Impian dan khayalan
Keterasingan dari kehidupan dewasa dan norma kebudayaan
Menyadari banyaknya tuntutan dan harapan lingkungan terhadap remaja E. Spranger mengemukakan bahwa pada masa remaja sangat memerlukan pengertian dari orang lain. Bantuan dapat diberikan melalui pemahaman tentang diri remaja.












CONTOH KENAKALAN REMAJA

Para remaja mau tidak mau akan menjadi pemimpin bangsa kelak , maju atau makin terpuruknya bangsa ini ada di tangan kita sebagai remaja, namun di sekitar kita banyak sekali masalah – masalah yang ditimbulkan oleh para calon pemimpin bangsa ini seperti,putus sekolah, sex bebas,merokok,mencuri,mabuk-mabukan dll. Padahal mereka adalah calon penerus dan pemimpin bangsa dan mereka dituntut untuk berkarya , berinovasi demi mewujudkan kemandirian Nasional. Jika masalah kenakalan remaja diatas tetap terjadi hingga sekarang , bagaimana nasib bangsa ini 10 atau 20 tahun kedepan ???

lingkungan atau keadaan yang membawa remaja bangsa ini  untuk terjun dalam dunia yang tidak seharusnya dijalaninya. Kenakalan remaja tentu tidak hanya putus sekolah, masih banyak sekali perbuatan negatif yang ditmbulkan para remaja saat ini antara lain
-Putus Sekolah (Bolos)
-Sex Bebas
-Menentang yang lebih tua
-Merokok
-Minum minuman Keras
-kebut-kebutan di jalanan
-Penyalahgunaan narkotika
-perkelahian antar pelajar
-dll
REMAJA DAN ROKOK
Di masa modern ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang sangat tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi si perokok sendiri maupun orang – orang disekitarnya. Berbagai kandungan zat yang terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh penghisapnya. Beberapa motivasi yang melatarbelakangi seseorang merokok adalah untuk mendapat pengakuan (anticipatory beliefs), untuk menghilangkan kekecewaan ( reliefing beliefs), dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma ( permissive beliefs/ fasilitative) (Joewana, 2004). Hal ini sejalan dengan kegiatan merokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan didepan orang lain, terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat tertarik kepada kelompok sebayanyaatau dengan kata lain terikat dengan kelompoknyaSampai saat ini masalah seksualitas selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Hal ini dimungkinkan karena permasalahan
SEX BEBAS (MASALAH SEKSUAL)
seksual telah menjadi suatu hal yang sangat melekat pada diri manusia. Seksualitas tidak bisa dihindari oleh makhluk hidup, karena seks makhluk hidup dapat terus bertahan menjaga kelestarian keturunannya.
Pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat penting dalam pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis. Padahal pada masa remaja informasi masalah seksual sudah seharusnya mulai diberikan, agar remaja tidak mencari informasi dari orang lain atau sumber-sumber yang tidak jelas atau bahkan keliru sama sekali.
Pemberian informasi masalah seksual menjadi penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif, karena berkaitan dengan dorongan seksual mereka sendiri (Handbook of adolescent psychology, 1980). Tentu saja hal tersebut akan sangat berbahaya bagi perkembangan jiwa remaja bila ia tidak memiliki pengetahuan dan informasi yang tepat. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar remaja kita tidak mengetahui dampak dari perilaku seksual yang mereka lakukan, seringkali remaja sangat tidak matang untuk melakukan hubungan seksual terlebih lagi jika harus menanggung resiko dari hubungan seksual tersebut.

MENGHINDARI DAN MENGATASI KENAKALAN REMAJA


Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut. Trauma-trauma dalam hidupnya harus diselesaikan, konflik-konflik psikologis yang menggantung harus diselesaikan, dan mereka harus diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Pertanyaannya : tugas siapa itu semua ? Orang tua-kah ? Sedangkan orang tua sudah terlalu pusing memikirkan masalah pekerjaan dan beban hidup lainnya. Saudaranya-kah ? Mereka juga punya masalah sendiri, bahkan mungkin mereka juga memiliki masalah yang sama. Pemerintah-kah ? Atau siapa ? Tidak gampang untuk menjawabnya. Tetapi, memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak membantu mengurangi kenakalan remaja. Minimal tidak menambah jumlah kasus yang ada.”
Kita tidak seharusnya hanya prihatin melihat masalah ini , dan seharusnya para masyarakat,orang tua , guru untuk mengingatkan dan lebih memperhatikan para remaja agar para remaja – remaja bangsa ini tidak banyak terjerumus oleh hal-hal yang negatif akibat salah pergaulan. tentu masih sangat banyak potensi-potensi anak negeri yang belum tergali , dan masih sebagian kecil dari para remaja telah menunjukan karya-karya dan trophy atau piagam penghargaan dari kejuaraan international.
Sebetulnya masih banyak kreatifitas , inovasi dan karya yang dihasilkan oleh para remaja sekarang , namun para remaja membutuhkan wadah untuk  mengekspresikannya , dan meninggalkan dan menghindari masalah-masalah yang terjadi di lingkungan pelajar (kenakalan remaja) agar para pelajar bisa terus berkarya dan berinovasi.2 poin terpenting dalam mengatasi/menghindari kenakalan remaja yaitu selektif memilih teman dan jelih orang tua dalam memilih pendidikan untuk dan segala tentang anaknya

1.SELEKTIF MEMILIH TEMAN

Berteman memang asyik, bisa curhat, bisa mengenal karakter, bisa dapat pengalaman dan wawasan,jg tukar pikiran. Tapi jangan salah lho, gak semua orang bisa kita jadikan teman. Apalagi teman baik, karena gak semua orang bisangajak kepada kebaikan,jadi, kudu selektif dan juga ati2 memilih teman.jangan korbankan dirimu demi sebuah pertemanan, jika akhirnya akhirnya km kudu membayar mahal dengan hancurnya masa depanmu…!
1.  Pilih teman yang baik perilaku dan perangainya
Ini bukan persoalan membedakan diri tapi ini untuk kebaikan diri sendiri. Baik perilaku dan perangainya; tidak arogan, tidak cepat marah, tidak suka melecehkan, tidak suka hura - hura dan dekat dengan obat- obatan terlarang.
2.  punya prinsip kuat
berpaganglah pada prinsip agar tidak ikut nyebur dengan kegiatan yang kamu anggap itu menyimpang dari norma dan agama.
3.   pilih yang menghargai dirinya sendiri
orang yang pandai menghargai dirinya sendiri biasanya pandai menghargai orang lain,.. untuk mengecek, silahkan lihat bagaimana dia berpakain, dia berbicara dengan orang lain, dan menghormati ortunya.
4.  pastikan dia adalah orang yang dapat dipercaya
tentunya ini jadi dambaan tiap orang, bukan ? caranya, kamu bisa lihat dengan cara “ ngomongin “ orang lain. Alau dia nggak kepancing, insyaAllah dia co2k jd tmanmu.
5.  cari yang penuh semangat juang
wah ini nih teman yang bisa kita jadikan teman disaat bete, ia bisa menjelma jadi penyemangat untuk membangkitkan gairah kita. Liat aja dari aktivitasnya yang nggak kenal lelah, nggak pernah mengeluh, insya Allah dia orang yang penuh semangat…



2. JELIH ORANG TUA DALAM MEMILIH PENDIDIKAN UNTUK DAN SEGALA TENTANG ANAKNYA

Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak, agar anak dapat memperoleh pendidikan yang sesuai, pilihkanlah sekolah yang bermutu, dalam memilih pendidikan untuk anak orang tua harus menyesuaikannya terhadap kemauan anak dan jg masa depannya.

- Ketika anak telah berusia 17 tahun atau 18 tahun yang merupakan akhir masa remaja, anak mulai akan memilih perguruan tinggi. Orangtua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. Arahkanlah agar anak memilih jurusan sesuai dengan kesenangan dan bakat anak, bukan semata-mata karena kesenangan orang tua.
-  Beriakan Kepercayaan anak untuk memilih pendidikannya dan orang tua mengawasi anak dan jangan terlalu membatasi selama itu masih dalam batas kewajaran.
Selain mengenai pemilihan pendidikan ada juga peran lain dari orang tua diantaranya :
- harus selalu memberikan dan menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya kepada anaknya. Jadilah tempat curhat yang nyaman sehingga masalah anak-anaknya segera dapat terselesaikan.
- Perlunya ditanamkan dasar agama yang kuat pada anak-anak sejak dini.
- Pengawasan orang tua yang intensif terhadap anak. Termasuk di sini media komunikasi seperti televisi, radio, akses internet, handphone, dll.
- Perlunya materi pelajaran bimbingan konseling di sekolah.
- Sebagai orang tua sebisa mungkin dukunglah hobi/bakat anak-anaknya yang bernilai positif. Jika ada dana, jangan ragu-ragu untuk memfasilitasi hobi mereka, agar anak remaja kita dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif.




Selain 2 cara utama diatas 8 cara lainnya adalah :
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja, yaitu sebagai berikut :

1. Kegagalan menghadapi identisan peran dan lemahnya control diri bisa dicegah atau bisa diatasi dengan prinsif keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik, juga mereka berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.

2. Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi mereka.

3. Kehidupan beragama keluarga dijadikan salah satu ukuran untuk melihat keberfungsian sosila keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik, maka anak-anaknyapun akan melalukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma-norma agama.

4. untuik menghindari masalah yang timbul akibat pergaulan, selain mengarahkan untuk mempunyai teman bergaul yang sesuai, orang tua juga hendaknya memberikan kesibukan dan mempercfayakan tanggungjawab rumah tangga kepada si remaja. Pemberian tanggungjawab ini hendaknya tidak dengan pemaksaan maupun mengada-ada. Berilah pengertian yang jelas dahulu, sekaligus berilah teladan pula. Sebab dengan memberikan tanggungjawab dalam rumah akan dapat mengurangi waktu anak “Keluyuran” tidak karuan dan sekaligus dapat melatih anak mengetahui tugas dan kewajiban serta tanggungjawab dalam ruamh tangga. Mereka dilatih untuk disiplin serta mampu memecahkan masalah sehari-hari. Mereka dididik untuk mandiri. Selain itu, berilah pengarahan kepada mereka tentang batasab teman yang baik.
5. Orang tua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar anak memilih jurusan sesuai dengan bakat, kesenangan, dan hobi si anak. Tetapi apabila anak tersebut tidak ingin bersekolah yang sesuai dengan hobinya, maka berilah pengertian kepadanya bahwa tugas utamanya adalah bersekolah sesuai dengan pilihanya. Sedangkan hobi adalah kegiatan sampingan yang boleh dilakukan bila tugas utama telah selesai.

6. Mengisi waktu luang diserahkan kepada kebijaksanaan remaja. Remaja selain membutuhkan materi, juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Oleh karena itu. Waktu luang yang dimiliki remaja dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi. Kegiatan dapat berupa melakukan berbagai bentuk permainan bersama, misalnya scrabble, monopoli, catur dan lain sebagainya. Selain itu, dapat pula berupa tukar pikiran berbicara dari hati ke hati, misalnya makan malam bersama atau duduk santai di ruang keluarga. Kegiatan keluarha ini hendaknya dapat diikuti oleh seluruh anggota keluarga.

7. Remaja hendaknya pandai memilih lingkungan pergaulan yang baik serta orang tua memberi arahan arahan di komunitas nama remaja harus bergaul.

8. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman-teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.




Ada pula beberapa tips yang bisa dilakukan dalam pencegahan kenakalan remaja yakni :

- Berikan batasan yang jelas.
Orangtua disarankan untuk memberikan batasan yang jelas mengenai perilaku apa yang benar-benar tidak boleh dilakukan oleh anak, misalnya membolos, menggunakan narkoba, dan lain sebagainya. 

-Berdiskusilah untuk tawar menawar.
lakukan tawar menawar melalui diskusi mengenai perilaku lainnya yang dianggap berpotensi membuat anak menjadi nakal, seperti pulang malam, men ginap, atau bahkan memilih pacar.

- Biarkan anak menentukan standar moralnya sendiri.
Proses tawar-menawar akan merangsang anak untuk menentukan standar moralnya sendiri. Di sisi lain hal ini dapat membuat anak lebih menghormati orangtuanya karena telah diberikan kesempatan untuk menentukan pilihannya sendiri.

-Aktif berkomunikasi dengan guru di sekolah.
Pengawasan dan pemantauan orangtua di rumah bisa dilengkapi dengan pengawasan dari guru di sekolah. Pemantauan terpadu ini akan memberikan banyak masukan yang menyeluruh bagi orangtua mengenai perilaku anaknya di luar rumah.

- Tak Ada Kata Terlambat
tidak ada kata terlambat dalam menangani anak remaja yang terlihat 'melenceng'. Karena di usia ini teman adalah segalanya bagi anak, ia dapat dengan mudah terpengaruh oleh teman-teman sebayanya.











MOTIVATOR

Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. (Wikipedia.org). Jadi motivator adalah orang yang memberikan dorongan psikologis kepada seseorang untuk mencapai tujuannya. Dorongan disini tentunya menyangkut hal-hal yang positif yang akan dilakukan oleh orang uang diberi dorongan tersebut. Sebab, percuma dan berdosa mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang melanggar norma agama, hukum, maupun adat-istiadat yang ada dimasyarakat.
Menjadi motivator memang tidak mudah, tapi semua orang bisa melakukannya. Hal yang harus diperhatikan adalah, kita harus mampu memahami kondisi psikologis orang yang akan kita motivasi. Apakah ia sedang marah, sedih, gembira, atau yang lainnya. Dari kondisi psikologis ini kita akan dapat memberikan motivasi yang sesuai dengan kondisi kejiwaannya. Orang yang lagi sedih berbeda cara pendekatannya dengan orang yang sedang bergembira. Demikian pula dengan cara memotivasinya.
Setiap orang memiliki keunikan tersendiri. Dari keunikan tersebut, kita harus bisa melakukan penafsiran sesuai yaitu motivasi dalam bentuk apa yang harus dilakukan. Apakah melalui pujian, menggambarkan sesuatu yang nyata, atau ahany sekedar bercerita. Karena masing-masing orang berbeda, maka perlakuannyapun berbeda. Jangan banyak berbicara, apalagi menasehati orang yang sedang marah. Jagalah ia agar kemarahannya tidak membuat suasana menjadi lebih kacau. Atau jangan ceritakan sesuatu yang menyedihkan pada orang yang sedang bergembira. Orang yang sedang berduka, didekati saja sudah merupakan kekuatan baginya.
Disinilah peran penting seorang motivator. Kenapa hal itu perlu dilakukan ? Karena motivator ingin berhasil dalam memberikan motivasi. Dengan motivasi tersebut kita tentu berharap agar orang yang kita beri motivasi menjadi lebih baik, dan mampu mencapai tujuan yang akan diraihnya. Sebagai seorang motivator, kita juga harus mempersiapkan diri. Persiapan kita meliputi fisik dan mental. Sebab, tak jarang orang yang kita beri motivasi justru melemahkan kita. Bila kita tidak siap, maka jangankan untuk memberi motivasi malah kita yang justru kecewa.
Untuk dapat menjadi seorang motivator yang baik diperlukan beberapa persyaratan. Persyaratan utama adalah pengetahuan yang cukup, baik tentang orang yang akan kita beri motivasi, terlebih bagi diri kita sendiri. Kita harus membekali diri dengan berbagai pengetahuan agar dapat memberikan motivasi yang baik. Dengan pengetahuan tersebut, kita bisa memberikan dorongan bahwa orang yang kita motivasi bisa menjadi lebih baik dari keadaan yang ada sekarang ini. Dengan pengetahuan tersebut, kita juga akan mampu memberikan berbagai masukan yang akan membuat orang lain termotivasi untuk berbuat lebih baik lagi.
Menjadi motivator memang tidak mudah. Tapi, bila kita ingin orang lain menjadi lebih baik, serta menginginkan diri kita baik maka kita harus mampu menjadikan semua potensi yang kita miliki untuk kebaikan diri kita dan orang lain. Semua kita memiliki kekurangan dan kelebihan. Kekurangan merupakan cambuk untuk memperbaiki diri, dan kelebihan merupakan modal untuk tetap berusaha lebih baik. Menjadi yang terbaik adalah pilihan. Jadi, siapa yang ingin dirinya atau orang lain menjadi baik, maka harus berusaha untuk menjadi motivator, baik untuk diri sendiri maupun orang lain
   BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Kenakalan remaja adalah sikap yang sangat negatif, banyak sekali dempak buruk dari kanakalan remaja yang membahayakan remaja-remaja yang sedang berkembang, kegiatan itu hanya buang-buang waktu dan kesempatan karena mereka  melewatkan kesempatan untuk berkarya dan menuntut ilmu guna  meningkatkan taraf hidup mereka juga.
banyak rintangan yang perlu kita sama – sama sadari bahwa masih banyak para remaja bangsa ini yang masih terjerumus masalah kenakalan remaja ini, padahal jika mereka tidak terjerumus dalam masalah yang disebut kenakalan remaja ini , tentu mereka akan menjadi anak bangsa yang berguna dan dapat berkarya dan menjadi anak bangsa yang kelak menjadi pemimpin bangsa ini dan memajukan-nya, karena teman-teman kita ini bisa belajar dan tidak berbuat yang tidak perlu yang tentu dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain.
Bayangkan saja jika semua remaja jarang atau tidak  melakukan tindakan yang disebut kenakalan remaja dan memanfaatkan waktu , pikiran dan fisik mereka ke sesuatu yang positif seperti membantu orang tua , belajar dan berdoa, bukan tidak mungkin kelak negara kita menjadi negara yang maju karena para remaja nya kini menjadi pemimpin yang sukses memajukan negerinya
Bangsa ini menantikan para penerusnya membawa nama Indonesia ke negara lain dan mengharumkannya, bangsa ini pun menantikan inovasi-inovasi yang dibuat oleh putra bangsa kelak dikemudian hari dengan tujuan menghapus ketergantungan kepada negara lain menuju negara yang mandiri . Padahal para pemimpin sadar bahwa masih banyak saudara – saudara kita yang tidak bersekolah karena kemauan sendiri maupun karena keadaan

Harapan masyarakat terhadap remaja dapat dipenuhi melalui suatu proses berkesinambungan dalam menjalankan tugas-tugas perkembangan. Sebagai hasil dari kinerja timbal balik yang majemuk antara pertumbuhan dari dalam dengan perangsangan dari lingkungan tergantung dari reaksi lingkungan dan pemahaman lingkungan terhadap munculnya perubahan-perubahan akan timbul atau tidak masalah bagi remaja.


KRITIK DAN SARAN
Sebagai remaja yang baik,mestinya harus mengetahui, mana yang baik dan mana yang buruk, kita juga harus pintar memilah-milah mana yang sebaiknya di ikuti atau diteladani dan mana yang sebaiknya ditinggalkan,seperti yang kita ketahui Kenakalan remaja membuat masa depan kita hancur,dengan sisi negatifnya kita akan terjerumus, menjadi seorang remaja yang rusak,
Misalnya pada lingkungan sekolah, jika kita bergaul dengan teman-teman yang menkonsumsi narkoba, dengan sifat yang mudah terpengaruh, kita bisa dengan mudah mengikuti teman-teman kita itu, maka dari itu seleksitif memilih teman harus dilakukan dengan baik, pergaulan dengan teman-teman yang baik akan membawa kita ke jalan yang baik pula, dengan masa depan cerah,mempunyai cita-cita dan selalu berinovatif menciptakan hal-hal baru yang bermanfaat bagi seluruh lingkungan sekitar kita.
DAFTAR PUSTAKA


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar